August 18th, 2008

I Miss You - MiLey Cyrus

Remind me of my beLoved grandma..
miss you oma..

You used to call me your angel

Said I was sent straight down from heaven

You’d hold me close in your arms

I loved the way you felt so strong

I never wanted you to leave

I wanted you to stay here holding me

[CHORUS:]

I miss you

I miss your smile

And I still shed a tear

Every once in a while

And even though it’s different now

You’re still here somehow

My heart won’t let you go

And I need you to know

I miss you, sha la la la la

I miss you

You used to call me your dreamer

And now I’m living out my dream

Oh how I wish you could see

Everything that’s happening for me

I’m thinking back on the past

It’s true that time is flying by too fast

I know you’re in a better place, yeah

But I wish that I could see your face, oh

I know you’re where you need to be

Even though it’s not here with me

[CHORUS]

thanks for sharing me this song, hob.. i miss you too now..

August 14th, 2008

Are you the one? - Scorpions

Music : rudolf schenker
Lyrics: klaus meine

Another rainy morning
People rushing by
My head is still in the clouds
I dream with open eyes
Suddenly out of nowhere
She came into my life
Like we know each other
For quite a while

In the sound of silence
Time is standing still
Theres some kind of bond between us
Thats givin me the chill
Do you really wonder
That we can burn the sky
Its written a thousand years ago
In the book of life

Are you the one that God had made for me
Are you the one whos always in my dreams
The one who keeps me goin
When I cant go on
The one that Ive been waiting for
For so long

Oh, yeah

Suddenly out of nowhere
She came into my life

Are you the one that God had made for me
Are you the one whos always in my dreams

Are you the one that God had made for me
Are you the one whos mine eternally
The one who keeps me dreamin
When Im sad and tired
Who gives my life a meaning
Till the day I die

Are you the one
Are you the one

-are you the one for me too, hod?-

July 24th, 2008

BeLajar dari KUNG FU PANDA

2008_kung_fu_panda_002

KUNG FU PANDA


Po , si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar

Kung
Fu. Tak disangka, dalam pemilihan Pendekar Naga, Po dinobatkan sebagai
Pendekar Naga yangdinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa
dari balas dendam Tai Lung.
 

Saat menonton film animasi ini, kita seperti diingatkan tentang beberapa hal:

1. The secret to be special is you have to believe you’re special.
Po
hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang
hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya
membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri.
Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun
akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial.

Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa.

Seperti kata Master Oogway, You just need to believe 

2. Teruslah kejar impianmu.
Po
, panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai
ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal
mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita
sendiri? Seperti kata Master Oogway,
kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present hadiah.
Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan
ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah
dianugerahkan Tuhan padamu.
 

3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri. 


Master
ShiFu ogah-ogahan melatih Po . Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun
Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini
berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master
Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi
Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya.

Sebagai
guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi
label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah
.
Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa
depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri,
bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.
 

4.Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri. 
Shi
Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan
semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa
menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain.

Demikian
juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi
ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang
menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan. 


5.
Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata
kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah
yang salah.

Master
ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya,
yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar
sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung
akan
menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu
tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan
nyaris kehilangan nyawanya.

Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja
mempertebal
tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan
konfirmasi dari orang-orang tertentu. Baru-baru ini saya bertemu
seorang ibu yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa
anaknya tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang yang
tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan pandangan
ahli-ahli
di bidang autistik. Dengan sengaja memilih terapis yang tidak kompeten,
agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya proses terapi 11 tahun
tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru. 


6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu.
 
Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya.
Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang. 


7. Keluarga sangatlah penting.

Di
saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya
pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor
satu.
Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?

Source: Email Mailing List

July 20th, 2008

Are you happy in your life?

Pic10668




A group of alumni, all highly established in their respective
careers, gathered for a visit with their old university professor. The
conversation soon turned to complaints about the endless stress of work
and life in general.

Offering his guests coffee, the professor went into the kitchen and
soon returned with a large pot of coffee and an eclectic assortment of
cups: porcelain, plastic, glass, crystal - - some plain, some
expensive, some quite exquisite. Quietly he told them to help
themselves to some fresh coffee…

When each of his former students had a cup of coffee in hand, the
old professor quietly cleared his throat and began to patiently address
the small gathering. "You may have noticed that all of the nicer
looking cups were taken up first, leaving behind the plainer and
cheaper ones. While it is only natural for you to want only the best
for yourselves - that is actually the source of much of your
stress-related problems…"

"Be assured that the cup itself adds no quality to the coffee. In
fact, the cup merely disguises or dresses up what we drink. What each
of you really wanted was coffee, not a cup, but you instinctively went
for the best cups… Then you began eyeing each other’s cups…."

"Now consider this. Life is coffee. Jobs, money, and position in
society are merely cups. They are just tools to shape and contain life,
and the type of cup we have does not truly define nor change the
quality of the life we live. Often, by concentrating only on the cup,
we fail to enjoy the coffee that God has provided us… God brews the
coffee, but He does not supply the cups. Enjoy your coffee!”

   

The happiest people don’t HAVE the best of everything; they just MAKE the best of everything…

Source: email

http://www.pocketrenungan.com/renungan-harian-online-Are-You-Happy-with-Your-Life.html

June 23rd, 2008

Iman, Perbuatan Baik, dan Agama

Faith
Suatu hari temanku bertanya mengenai Perbuatan Baik dan Iman.  Ia berkata bahwa pada awalnya orang berbuat baik karena adanya iman di dalam hati manusia dimana iman itu tercermin melalui ahlak perbuatan manusia dimana semua agama mengajarkan yang baik. 

Akan tetapi, ia melihat banyak orang berbuat baik untuk mendapatkan pahala di kemudian harinya.  Sedangkan ia pernah berdiskusi dengan bosnya berasal dari Prancis yang bersifat sosialis dan tidak terlalu percaya agama; mereka yang tidak beragama berbuat baik karena ingin berbuat baik dan hal itu membuatnya bahagia.

Akhirnya ia mempertanyakan, bahwa bagi orang yang tidak beragama, apakah ada iman di diri mereka? iman terhadap siapa? mereka cuma menjalankan apa yang menurut mereka baik. 
Temanku juga mengatakan bahwa ia mendengar perkataan Romo Mangun yang mengatakan, sebaiknya umat itu seperti roda sepeda, org yang fanatik berada di sisi luar roda, yang tebalnya iman akan berada di pusat.

Untuk menjawab pertanyaan ini, saya bertanya balik kepadanya, mengenai definisi kata ‘iman’ itu sendiri.  Ia pun mengatakan bahwa
"Definisi dasar iman = percaya.
percaya akan adnya tuhan, ajarannya melalui kitab sucinya, ajaran dari rasulnya, etc..
iman letaknya di hati setiap orang, dia bersifat fluktuatif, bisa berbalik atau dapat dikatakan tidak stabil.
dan bagi gw iman yang membentengi gw untuk berbuat jahat atau kriminal, demikian juga untuk berbuat suatu hal yang merugikan orang lain.
semakin dekat kita dengan tuhan semakin tebal iman seseorang. tingkat tinggi dari iman mungkin ikhlas, dengan merasa yakin apapun yang diterima baik tiu bagus atau tidak bagus datang dari tuhan."

Mengenai kata ‘Iman’ itu sendiri, kita dapat melihat dalam kamus Inggris, dapat diartikan dengan ‘Faith’, yang didefinisikan sebagai berikut:

faith

noun
1. a strong belief in a supernatural power or powers that control human destiny; "he lost his faith but not his morality" [syn: religion]
2. complete
confidence in a person or plan etc; "he cherished the faith of a good
woman"; "the doctor-patient relationship is based on trust"
3. an
institution to express belief in a divine power; "he was raised in the
Baptist religion"; "a member of his own faith contradicted him" [syn: religion]
4. loyalty or allegiance to a cause or a person; "keep the faith"; "they broke faith with their investors"


WordNet® 3.0, © 2006 by Princeton University.

Jadi, ya benar bahwa Iman adalah Percaya.  Percaya kepada Tuhan.  Tetapi sesungguhnya bukan hanya sekedar percaya kepada Tuhan atau mempercayai sesuatu. 

Seperti yang pernah dikhotbahkan oleh Pdt Eka Darmaputera, bahwa Iman tidak bertentangan dengan akal, tetapi melampaui akal.  Iman melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh mata: melihat kuasa dan kasih Tuhan di balik segala sesuatu. 
Iman yang sungguh BUKAN sekedar mempercayai sesuatu, tetapi mempercayakan DIRI sepenuhnya kepada sesuatu: kepada Tuhan.  Kita di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita, sehingga kita hidup bukan untuk kita, mati bukan untuk kita, tetapi baik hidup maupun mati, kita hidup atau mati untuk Tuhan. 
Dengan memiliki iman yang sungguh, kita akan dapat bertindak lebih bijaksana, dimana kalau kita mengalami banyak benturan, kita tidak segera mengeluh atau mengumpat Tuhan, tetapi memeriksa diri.  Kalau kita menderita oleh karena kesalahan kita, sebaiknya kita segera bertobat, koreksi diri.  Tetapi kalau kita menderita karena Tuhan, menderita untuk Tuhan, kita justru bersyukur.  (Sama dengan yang sudah temanku bicarakan mengenai ikhlas).

Untuk menanggapi mengenai Perbuatan Baik, di dalam iman Kristiani, perbuatan baik itu bukanlah untuk mendapatkan pahala di kemudian hari.  Perbuatan baik itu merupakan suatu ungkapan syukur kita akan Kasih Tuhan atas pengorbanan Yesus Kristus yang telah menyelamatkan manusia dari dosa. 
Tuhan hidup, menderita, dan mati untuk kita, kita hidup, menderita, dan mati untuk Tuhan.  Sehingga pada akhirnya bangkit bersama-sama dengan Tuhan.  Iman Kristiani percaya bahwa jalan kebenaran dan hidup adalah melalui Yesus Kristus.  Tanpa iman kepada Yesus, semua perbuatan baik adalah sia-sia (Matius 19:16-26; Markus 10:17-27; Lukas 18:18-26). 

Selanjutnya, mengenai orang tidak beragama.  Menurut pandangan saya pribadi, orang tidak beragama dapat juga beriman kepada Tuhan dan/atau beriman kepada diri mereka sendiri.  Mereka tidak beragama karena mereka kehilangan kepercayaan terhadap agamanya yang mereka anut (instansi agama).  Ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri mereka yang tidak dapat dijawab oleh agama.  Orang tidak beragama bukan berarti orang tidak percaya Tuhan.  Dan hal ini sebenarnya merupakan tantangan bagi pemimpin-pemimpin agama masing-masing untuk lebih jeli lagi akan kebutuhan pengikut-pengikutnya; dan tidak memakai agama untuk berpolitik yang tidak sehat.  Karena memang benar pendapat temanku bahwa semua agama mengajarkan yang baik, dimana seharusnya pemimpin-pemimpinnya mengajarkan ajaran agamanya masing-masing dengan sebaik-baiknya sehingga tercipta kerukunan dan kedamaian antar sesama manusia di seluruh muka bumi ini.

Menanggapi ucapan Romo Mangun, menurut saya memang betul bahwa bagi yang tebal imannya berada di pusat roda menandakan kestabilan iman, dan dapat mengontrol dengan bijaksana kepada gejolak yang sering dilakukan oleh orang yang fanatik, yang berada di luar roda, dimana akan mudah menipis imannya.

Iman memang dapat berubah-ubah, tetapi hendaklah iman kita selalu bertumbuh sehingga dapat berbuah.  Seperti ungkapan yang pernah diberikan guru saya, Pdt Kadarmanto, mengatakan mengenai air dan beberapa gelas yang dijejerkan.  Ketika air diisi ke dalam gelas, gelas menjadi penuh, dan airnya akan menumpahi gelas lainnya.  Artinya, iman kita kepada Tuhan akan bertumbuh sehingga pada akhirnya tidak hanya mengisi diri kita sendiri, tetapi dapat menjadi berkat bagi yang lainnya.

Akhir kata, iman, perbuatan baik, agama, semuanya berpaling kepada diri kita sendiri.  Iman kepada Tuhan selain pengajaran, tetapi juga pengalaman pribadi kita masing-masing dengan Tuhan. 
Manusia melihat apa yang ada di depan mata kita, tetapi Tuhan melihat hati manusia.  Seseorang berbuat baik, bagaimanakah hatinya? Hanya Tuhan yang tahu.

Tuhan memberkati kita semua!

-v-

—————————————-
P.S: Maaf telat menjawabnya, Semoga bisa berguna! Gbu! 

June 22nd, 2008

Menjadi Seorang Kekasih


Menjadi kekasih mempunya makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar menikah atau bercinta dengan seseorang. Berjuta-juta orang menikah, berjuta-juta orang bercinta- tetapi hanya sedikit yang benar-benar saling mengasihi.

Untuk menjadi kekasih sejati, anda harus bersungguh-sungguh dan berpartisipasi dalam tarian kemesraan bersama partner anda.

Anda seorang kekasih bila menganggap partner anda sebagai anugerah, dan mensyukuri anugerah itu setiap hari.

Anda seorang kekasih bila ingat bahwa pasangan anda bukan milik anda, bahwa dia adalah pinjaman sementara yang dikirim Tuhan untuk mendamping Anda.

Anda seorang kekasih bila menyadari bahwa apa pun yang terjadi di antara anda berdua selalu mempunya makna, bahwa apapun yang anda katakan mempunyai potensi untuk membuat kekasih anda sedih atau gembira, dan bahwa apapun yang anda lakukan bisa mempererat atau justru merenggangkan hubungan anda dengannya.

Anda seorang kekasih bila memahami semua ini, dan karenanya setiap pagi anda bangun dengan perasaan syukur dikaruniai satu hari lagi untuk mencintai dan menikmati kebersamaan dengan pasangan anda.

Bila anda mempunyai seorang kekasih dalam hidup anda, anda sungguh dikaruniai berkat melimpah. Anda diberi anugerah dalam wujud seseorang yang memilih menjadi pendamping anda.

Dia akan menikmati siang dan malam bersama anda.
Setiap hari, kekasih anda menawarkan keajaiban berlimpah kepada anda.

Dia mampunyai kekuatan untuk membuat anda senang dengan senyumnya, suaranya, dan gerak geriknya.

Dia mempunyai kekuatan untuk mengenyahkan kesepian anda.
Dia mempunyai kekuatan untuk mengubah sesuatu yang biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang luar biasa.

Dia adalah gerbang anda menuju surga, disini di dunia ini :)

Happy Sunday!

Source: Bulletin Board posted by Andre 06/21/08

June 18th, 2008

Three Things in Life

Very nice words got from Ketoi. 
Almost the same as what i posted before ages ago:
http://plilit.blogs.friendster.com/plilits/2006/11/3_things_in_lif.html

Here’s a reminder of the Three Things in Life :)

Have a great day!

Three things in life that,
once gone, never come back
      
1. Time
2. Words
3.  Opportunity

      

      

Three things in life that can destroy a person
       
1. Anger
2. Pride
3. Unforgiveness

      

   

Three things in life that you should never lose
       
1. Hope
2. Peace
3. Honesty

      

   
      

Three things in life that are most valuable
       
1. Love
2. Family & Friends
3. Kindness

      

   
Three things in life that are never certain   
       
1. Fortune
2. Success
3. Dreams
       
   

      

Three things that make a person   
       
1. Commitment
2. Sincerity
3.  Hard work
       
Three things that are truly constant -
       
Father - Son - Holy Spirit
       
 
    

I ask the Lord to bless you, as I pray for you today,
to guide you and protect you, as you go along your way.
God’s love is always with you,
God’s promises are true.
And when you give God all your cares,
you know God will see you through.
       

      
      

June 3rd, 2008

Kenapa manusia diciptakan Tuhan?

6885lifecolorscsstxt

"Kenapa Tuhan menciptakan manusia, jika ternyata manusia sendiri yang merusak alam sekitarnya, jika tidak semua manusia mengabdi kepada-Nya?  Apakah karena Tuhan seorang sutradara besar? Apakah hanya ISENG?"

Itulah salah satu pertanyaan temanku yang aku rasa baik juga aku post di blog ini, karena mungkin banyak juga orang yang masih mempertanyakan hal itu.  Terlebih lagi dengan keadaan sekitar kita yang kacau.

Memang sungguh menyedihkan melihat perkembangan sejarah manusia.  Perang disana-sini, dan juga alam yang dirusak tanpa bertanggung jawab.  Padahal kita juga menyadari bahwa kita diciptakan sebagai makhluk yang tertinggi, termulia diantara makhluk hidup lainnya ciptaan Tuhan.  Tapi terkadang, tingkah laku kita sendiri seperti binatang! Manusia saling menyakiti satu sama lain, saling membunuh, untuk dapat bertahan hidup, sama seperti binatang. 
Padahal kita diciptakan untuk dapat hidup berdampingan satu sama lain, mengabdi dan memuliakan Tuhan, serta memelihara alam sekitar kita.  Tapi kenyataannya???

Akan tetapi, menurut aku sendiri, hal itu harus dikembalikan lagi kepada pribadi masing-masing, alias kepada manusianya.  Apakah Tuhan menginginkan semua ini? Tentulah tidak. 

Kita tentu sudah mengetahui bahwa semua ciptaan Tuhan adalah baik dan sempurna.  Manusia diciptakan sesuai dengan gambar-Nya.  Manusia diberikan karunia yang lebih besar dibanding makhluk-makhluk lain. 

Jika kita membaca mengenai awal mulanya penciptaan, semuanya indah, terang, bersih, dan semuanya takut akan Tuhan.  Akan tetapi, manusia tergoda oleh yang namanya IBLIS untuk memakan buah terlarang (dapat dibaca di kitab Kejadian 3). Jadi, manusia sendiri yang dengan pilihannya sendiri, tergoda untuk memilih perbuatan yang mengakibatkan dosa. 

Jangan pernah kita lupa, bahwa Tuhan tidak menciptakan manusia untuk menjadi ROBOT bagi-Nya.  Tuhan memberikan kasih karunia-Nya kepada kita sekaligus menempatkan kita di jalan persimpangan yang membuat kita harus mengadakan pilihan. Akan tetapi, dosa awal itu terjadi karena manusia telah terbujuk untuk mengambil pilihan berbuat dosa, yaitu memakan buah terlarang.

Semua godaan itu dikarenakan oleh Iblis.  Yupe, iblis atau setan.  Jika ditanyakan mengenai setan. Kenapa ada setan? Menurut apa yang aku pelajari di dalam teologi Kristen, setan atau iblis, adalah malaikat, yang bukan karna godaan (dimana manusia karena godaan/bujukan iblis untuk berbuat dosa), tetapi dengan sadar sepenuhnya, dengan terang-terangan, dan penuh kesombongan ingin menyamai diri seperti Tuhan. 

Manusia jatuh ke dalam dosa karena dibujuk oleh iblis, yang menanamkan keinginan untuk menjadi sombong, sehingga menimbulkan keinginan dalam hati manusia untuk menjadi seperti Tuhan, sehingga mengetahui yang baik dan yang jahat (perlu diingat kembali bahwa pada awalnya manusia diciptakan kudus, suci, tidak membedakan baik ataupun jahat).

Melihat itu, dapat juga kita simpulkan bahwa tidak semua manusia mengabdi kepada Tuhan, adalah, karena Tuhan memberikan free-will kepada kita sebagai manusia, untuk percaya dan mengabdi kepada-Nya atau tidak.

Ingatlah bahwa kita tidak diciptakan sebagai ROBOT. Setiap manusia unik adanya, dan special di mata Tuhan.  Setiap pribadi telah diciptakan Tuhan untuk menyempurnakan rencana-Nya.  Akan tetapi, jika terjadi hal-hal yang menyimpang, itu karena manusia mencoba melakukan atau memaksakan kehendaknya sendiri.

Manusia bertanggung jawab atas alam sekitarnya, atas hubungan antar manusia satu dengan yang lainnya, antara hubungan dengan makhluk hidup lainnya; karena Tuhan sudah memberikan karunia bagi manusia untuk bertindak memelihara alam ini.  Akan tetapi, seperti adanya permasalahan global warming saat ini, semuanya itu haruslah dikembalikan kepada manusia itu sendiri, yaitu kepada kita sendiri!

Janganlah persalahkan Tuhan atas kejadian buruk yang terjadi atas bumi ini, atas pertengkaran atau perkelahian antar manusia, dan segala macam kekacauan yang terjadi di dunia saat ini.  Kenapa????
Karena Tuhan tidak menciptakan hal-hal yang buruk. Semua yang Tuhan ciptakan adalah baik adanya.  Tuhan adalah Maha Kuasa, Maha Kasih, Maha Esa, Maha Pemurah, dan segalanya yang dipuja oleh semua agama di muka bumi ini. 

Yang harus dipertanyakan adalah apakah manusia telah melakukan apa yang telah diwajibkan oleh Sang Pencipta?? Memelihara dunia ini? Saling menolong satu sama lain sebagai sesama manusia? Menjaga makhluk ciptaan Tuhan yang lain?? Sudahkah kita melakukan itu??

Tidakkah kita menyadari bahwa pikiran kita yang telah dihasut oleh Iblislah yang telah membuat kita melakukan tindakan-tindakan yang menghancurkan ‘Hidup’ yang diberikan oleh Sang Pencipta ini?

Aku tidak tahu apa rencana Tuhan mengenai ciptaan-Nya.  Aku tidak tahu akan akhir jaman.  Aku tidak tahu akan hari esok. 
Tapi yang aku tahu dan aku percaya adalah Tuhan akan selalu memelihara kita sebagai manusia, makhluk ciptaanNya yang sangat Ia kasihi, dan Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Aku percaya bahwa Tuhan menciptakan alam dan segala isinya menurut rancangan-Nya sendiri yang tidak dapat pernah kita, sebagai manusia, pahami. 

Rancangan dan rencana-Nya sungguh teramat mulia dan kuasa sehingga otak manusia tidak akan pernah memecahkannya.  Yang dapat kita lakukan sebagai manusia adalah percaya dan meyakini bahwa apapun yang telah diciptakan Tuhan adalah baik dan sempurna.  Tuhan mempunyai rencana dalam hidup kita masing-masing, dan rencana-Nya itu akan sempurna pada waktu Tuhan.  Waktu Tuhan yang kita juga tidak akan pernah tahu karna Ia adalah Sang Pencipta! 

Tuhan bertindak seperti sutradara? Yupe kalau menurut aku sendiri Ia melebihi sutradara, dan aku tidak ada apa-apanya. Aku merasa bahwa aku sebagai manusiapun bukanlah siapa-siapa tanpa Dia.  Ia sungguh teramat mulia dan kasih-Nya begitu besar kepada kita, manusia, ciptaan-Nya yang termulia. Tuhan Allah yang kukenal di dalam Yesus Kristus adalah Raja diatas segala Raja.

Menurut kepercayaanku, Tuhan yang kukenal melalui Yesus Kristus, mati untuk menebus dosa manusia; dosa yang telah memutuskan hubungan manusia dengan Tuhan, sejak manusia awal (Adam dan Hawa) terjerumus dalam dosa. Sungguh indah terasa rencananya.  Akan hadirnya agama-agama lain juga, merupakan rencana Tuhan yang aku sendiri juga tidak tahu, tetapi aku mengucapkan syukur atas semua yang ada.  Aku percaya bahwa semuanya itu terjadi untuk memuliakan nama-Nya bukan untuk menghancurkan manusia.

Manusia sendirilah yang dengan ke-ego-annya, dan kesombongannya sendiri, ingin lebih dari satu dengan yang lainnya; bahkan ingin menyamakan Tuhan.  Hal ini karena manusia telah berhasil digoda atau dibujuk Iblis.  Iblis telah berhasil merasuki pikiran manusia.

Segala sesuatu tergantung kepada Allah.  Segala sesuatu tergantung kepada kasih-Nya.  Segala sesuatu adalah kasih karunia Allah.

Menurutku, Tuhan memang tidak menjanjikan hidup ini Indah dan selalu baik..
Tuhan memang tidak menjanjikan kita akan selalu tertawa dan bahagia..
Tuhan tidak menjanjikan kita akan selalu sukses..
Tuhan tidak menjanjikan hidup yang nikmat..

Tetapi yang Tuhan janjikan adalah bahwa
Ia akan selalu memelihara kita.. Ia tidak akan meninggalkan kita sendirian.. Ia akan menjaga kita..
Tidakkah kita merasakan pemeliharaan-Nya?

Semua pemeliharaan kasih Tuhan diberikan untuk menggenapi rencana-Nya.  Apakah itu???
Hanya Tuhanlah yang tahu..
dan siapakah diriku ini untuk mencari tahu rencana-Nya?
yang kutahu hanyalah selalu berusaha agar dekat dengan-Nya, agar apa yang aku lakukan dapat memuliakan nama-Nya, agar aku dapat semakin mengenal-Nya, dan agar hidupku ini berkenan dihadapan-Nya, sehingga pada akhirnya nanti, aku akan siap mempertanggungjawabkan apa yang kuperbuat di hadapan Tuhan, yang kusebut sebagai Bapaku di sorga, Tuhan Allah yang kupercaya melalui Yesus Kristus.

Hidup memang sementara.  Manusia terjerumus dalam dosa mengakibatkan kematian.  Mengenai surga atau neraka, aku rasa itu juga rahasia Tuhan Allah sendiri.

Lebih lanjut, aku ingin mengutip suatu tulisan beserta kutipannya pada teks alkitab pada online artikel (http://www.pbc.org/files/messages/3796/3813in.html) yang menuliskan:

Jadi sekali lagi, kita harus belajar untuk hidup dengan misteri.
Kita tidak cukup pintar, kita tidak cukup melihat, kita tidak cukup
mengerti. Tidak ada alat teknologi bisa menjawab semua pertanyaan.
Jadi kita harus setuju dengan kata Tuhan,

“Sebab rancangan-Ku (pikiranKu) bukanlah rancanganmu (pikiranmu), jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN,” (Isa 55:8).

Itu salah satu
pelajaran terberat dalam hidup. Kita berpikir bahwa karena Tuhan
mengatakan pada kita beberapa hal tentang diriNya kita bisa
mengetahui apa yang sedang Dia kerjakan.

Kita harus menolak itu;
kita tidak bisa karena "seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu; dan rancangan-Ku dari rancanganmu,” (Isa 55:9).

Tuhan tidak pernah salah, Dia tidak
bisa berlawanan dengan apa yang dikatakanNya. Kita tidak cukup
pintar untuk selalu bisa memperkirakan atau mengantisipasinya.

Pada akhirnya, kenapa Tuhan menciptakan manusia? Semuanya karena Tuhan mempunyai rancangan-Nya sendiri yang tak pernah kita ketahui sebab pikiran-Nya jauh dari pikiran kita sendiri. 

Yang perlu kita ketahui, pahami, yakini, adalah semua/setiap ciptaan Tuhan adalah baik dan sempurna adanya.  Jikalau itu menjadi rusak, contohnya diri kita sendiri, ada baiknya, kita mengoreksi diri kita masing-masing.  Dan kembali lagi menyembah dan mengabdi kepada-Nya karena Ia adalah Maha Pengasih, Maha Penyabar, Maha Pengampun, dan Segala-galanya bagi kita, manusia, ciptaan-Nya yang sangat amat dikasihi-Nya.

Jika manusia sering iseng (termasuk diri aku sendiri.. hehehe), Tuhan tidak pernah ISENG!

——————————–

Inilah jawaban yang dapat kuberikan. Semoga bisa menjawab pertanyaanmu, atau lebih tergelitik untuk pertanyaan selanjutnya?  Semuanya ini aku jawab berdasarkan iman percayaku dan apa yang kuketahui. Gbu!

——————————–

Life is full of surprises.

That’s what makes life worth living with a beautiful mistery in it.

But at the end, we believe that everything will be perfect and beautiful in His time.

Who r we? We r nothing without You, God!

Praise Him coz He’s Good! :D

-v-

May 4th, 2008

Lessons

Repost from bulletin board. 

I think it’s interesting.. =)

var curDiv = document.getElementById(’ln0′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln1′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln2′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

Rules for being human

var curDiv = document.getElementById(’ln3′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln4′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln5′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

*********

var curDiv = document.getElementById(’ln6′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln7′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

1. Your will receive a body. You may like it, or hate it, but it will be yours for the entire period this time around.

var curDiv = document.getElementById(’ln8′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln9′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln10′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

*********

var curDiv = document.getElementById(’ln11′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln12′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

2.
You will learn lessons. You are enrolled in a full time informal school
called life. Each day in this school you have the opportunity to learn
lessons. You may like the lessons or think they are irrelevant and
stupid.

var curDiv = document.getElementById(’ln13′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln14′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln15′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

*********

var curDiv = document.getElementById(’ln16′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln17′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln18′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

3.
There are no mistakes, only lessons. Growth is a process of trial and
error and experimentation. The "failed" experiments are as much a part
of the process as the experiment that ultimately "works".

var curDiv = document.getElementById(’ln19′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln20′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln21′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

*********

var curDiv = document.getElementById(’ln22′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln23′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

4.
A lesson is repeated until learned… A lesson will be presented to you
in various forms until you have learned it. When you have learned it,
you can go to the next lesson. Periodically, the lesson will be re-
presented to see if you still remember it.

var curDiv = document.getElementById(’ln24′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln25′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln26′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

*********

var curDiv = document.getElementById(’ln27′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln28′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

5.
Learning lessons does not end. There is no part of life that does not
contain its lessons. If you are alive, there ar e lessons to be learnt.
If no lessons is being presented, it is likely that you are no longer
alive.

var curDiv = document.getElementById(’ln29′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln30′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln31′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

*********

var curDiv = document.getElementById(’ln32′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln33′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

6.
"There" is no better than "here". When your "there" has become a
"here", you will simply acquire another "there". That will again look
better than "here".

var curDiv = document.getElementById(’ln34′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln35′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln36′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

*********

var curDiv = document.getElementById(’ln37′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln38′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

7.
Others are simply mirrors of you. You cannot love or hate something
about another person unless it reflects something you love or hate
about yourself.

var curDiv = document.getElementById(’ln39′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln40′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln41′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

*********

var curDiv = document.getElementById(’ln42′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln43′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

8.
What you make of your life is up to you. You have all the tools and
resources you need. What you make of them is up to you; the choice is
yours.

var curDiv = document.getElementById(’ln44′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln45′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln46′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

*********

var curDiv = document.getElementById(’ln47′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln48′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

9. Your answers lie inside you. The answers to life’s questions lie inside you. All you have to do is look, listen and trust.

var curDiv = document.getElementById(’ln49′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln50′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln51′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

*********

var curDiv = document.getElementById(’ln52′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln53′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

10. You will forget all this. That fact is itself a lesson.

var curDiv = document.getElementById(’ln54′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln55′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln56′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

*********

April 1st, 2008

indahnya…

180320082379001

indahnya jika kita hidup dekat dengan Tuhan..
indahnya jika kita bersandar selalu kepada Dia..
indahnya jika kita tidak berusaha memaksakan kehendak kita..
indahnya jika kita menyadari bahwa kita ini berarti dimata Tuhan..
indahnya jika kita meminta tolong dan berseru hanya kepada-Nya..
indahnya jika kita berharap hanya kepada-Nya..

semuanya indah sekali karena kita menyadari satu hal yang kita miliki dan jangan pernah kita lepas adalah Cinta Tuhan kepada kita =)
indahnya merasakan cinta-Nya di tengah-tengah kehidupan kita..
kita akan terheran-heran atas apa yang Ia dapat lakukan dalam hidup ini..

HE is the best! HE is the bestest friend that reallly Love you so much!
don’t ever lose hopes in HIM!
you will be surprised for everything that HE could do to you =D

may you all have a great week!

Gbu all..

cheers,
-v-
:im nothing without YOU, Lord:: thankfuL for everything::

Next Page »